Senin, 10 Desember 2012

MANFAAT BIOLOGI DALAM BIDANG PERTANIAN

PEMANFAATAN        BIOLOGI         DALAM        BIDANG          PERTANIAN
 
Dahulu para petani hanya mengetahui cara-cara bertani yang sederhana/tradisional,yakni hanya dengan mencangkul tanah kemudian menanaminya dengan tanamanyang diinginkan lalu disirami secukupnya. Dan hasil yang didapat ternyata tidakterlalu menggembirakan baik mutu maupun jumlahnya. Jika hal ini tidak segeradiperbaiki maka kebutuhan masyarakat akan pangan tidak dapat tercukupi, danakan terjadi kekurangan bahan pangan (rawan pangan). Apalagi pada masasekarang ini, dimana telah terjadi ledakan jumlah penduduk, tentunya masalahrawan pangan merupakan masalah yang harus segera ditangani.Usaha yang harusdilakukan tidak hanya pada bagaimana membatasi pertambahan jumlah penduduk,tetapi juga harus dipikirkan bagaimana caranya meningkatkan produksi pangan.Berkat kemajuan cabang-cabang Biologi dan teknologinya, sudah banyak orangmengetahui bagaimana cara meningkatkan hasil pertaniannya. Masyarakatkhususnya para petani, kini telah banyak mengetahui bagaimana cara memilih bibittanaman unggul, bagaimana cara memilih pupuk yang diperlukan berikut caramemupuknya, serta bagaimana cara memberantas hama dengan pestisida atauinsektisida, dengan maksud meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panennya.Mereka pun telah banyak mengetahui teknik-teknik berkebun seperti mencangkok,menempel, mengenten dan sebagainya.Untuk mendapatkanbibit ungguldari berbagai jenis tanaman sekarang tidaklah sulit.Hampir di seluruh pelosok tanah air, bibit unggul berbagai jenis tanaman bukanmerupakan barang langka lagi. Hal ini berkat makin berkembangnya prinsip-prinsip

 
 
Genetika yang sudah banyak diketahui oleh para petani, seperti dengan melakukanpenyilangan (bastar), yang dapat dilakukan sendiri oleh mereka. Selain itu, denganmenerapkan prinsip-prinsip Fisiologi Tumbuhan, para petani melalui para ahlipertanian yang telah banyak mengetahui jenis pupuk yang baik untuk berbagai jenistanaman.Adapun dalam penggunaanpupuk,pestisidaatauinsektisidapada persawahan, perkebunan atau perladangan ini, para petani harus memperhatikan faktorkeseimbangan ekosistem di sekitarnya. Misalnya dengan mengikuti/mematuhi dosis(takaran) serta intensitas yang ditetapkan oleh setiap jenis pupuk atau pestisidanya.Jika pemakaian zat-zat kimia tersebut melebihi aturan yang ditetapkan biasanyaakan menimbulkan pencemaran air sungai di sekitar areal pertanian tersebut.Contoh kasus yang sering terjadi akibat pemakaian zat kimia yang tidakmemperhatikan faktor keseimbangan ekosistem adalah pada pemakaian pupuk Nyang intensif. Pemakaian pupuk N secara terus menerus dapat menyebabkan kadarnitrat dalam air sungai di areal penanaman menjadi tinggi. Akibat yang terjadikemudian adalah timbulnya penyakit
methemoglobinemia
jika air sungai tersebutdikonsumsi oleh manusia. Selain timbulnya penyakit itu, dapat terjadi pula
eutrofikasi
. Apakah methemoglobinemia itu, dan apa yang dimaksud denganeutrofikasi?
Methemoglobinemia
merupakan ketidakmampuan hemoglobin di dalam sel-seldarah merah untuk mengikat oksigen, karena hemoglobin diikat oleh nitrit. Nitrit inidihasilkan dari pengubahan nitrat yang mengkontaminasi air minum olehmikroorganisme pada saluran pencernaan manusia. Dan tahukah Anda apaakibatnya jika tubuh kita kekurangan oksigen? Sedangkan
eutrofikasi
adalahpengeruhan air yang disebabkan oleh berkembang dengan pesatnya alga dan ecenggondok pada perairan yang tercemar nitrat. Eutrofikasi ini menyebabkan organismeseperti ikan-ikan di perairan tersebut menjadi mati. (perhatikan gambar 21). Makadari itulah, pengetahuan mengenai Ekologi serta teknik bertani sangat diperlukanagar tidak terjadi hal-hal yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat sekitaratau para petani sendiri. Menurut Anda bagaimanakah mencegah pencemaranperairan oleh pupuk nitrat? Ya betul, diantaranya dengan mengadakan pergiliranpenanaman jenis tanaman atau rotasi tanaman, sehingga pupuk yang digunakan juga berganti-ganti.

0 komentar:

Poskan Komentar

About

free counters